Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

JURNALISPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal, menilai pengelolaan aset oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangerang belum maksimal sehingga berpotensi menghambat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tasril mengatakan selama ini PAD Kota Tangerang masih bertumpu pada sumber-sumber pendapatan yang sudah berjalan, seperti pajak dan retribusi. Padahal, menurutnya, masih banyak aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan daerah.

“Pengelolaan aset dan manajemen aset belum maksimal dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang, khususnya BPKAD,” kata Tasril.

Ia menilai optimalisasi aset belum menjadi perhatian serius. Karena itu, Tasril meminta jajaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) bekerja lebih maksimal dalam mengelola aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kota Tangerang Minta “Kado” HUT ke-33 Kota Tangerang: Mulai dari Pelebaran Jalan hingga Penyelamatan Danau Cipondoh

Tasril juga menyoroti sejumlah aset yang dinilai belum ditindaklanjuti, seperti aset peralihan dari Kabupaten Tangerang, aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) dari pengembang, serta dana konsinyasi dari Angkasa Pura yang disebut mencapai sekitar Rp70 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengelolaan sumber-sumber PAD. Ia menilai BPKAD perlu lebih proaktif dan inovatif dalam mengembangkan potensi pendapatan daerah.

Terlebih, lanjut Tasril, Pemerintah Kota Tangerang mengalami pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp402 miliar. Kondisi itu, kata dia, harus dijawab dengan langkah-langkah kreatif untuk menggali sumber PAD baru.

Baca Juga :  PWI Banten Gelar Yasin & Tahlil Hari Ke-4 untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang

Tasril mencontohkan pemanfaatan aset daerah melalui pengembangan usaha milik daerah, seperti pengelolaan hotel oleh BUMD maupun pengembangan kawasan Danau Cipondoh sebagai destinasi wisata dan kuliner.

“Sekarang yang dibutuhkan bukan sekadar efisiensi, tetapi kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan PAD,” tegasnya.

Ia menambahkan, pola pengelolaan pendapatan daerah selama ini cenderung stagnan karena masih mengandalkan program-program yang sama dari tahun ke tahun tanpa terobosan baru. (Jenni)

Berita Terkait

Aplikasi Sidata, Sistem Terintegrasi Dinkes Kota Tangerang untuk Pantau Kondisi Balita Stunting Secara Real Time
Semarak Festival Al-A’zhom ke-13, Puluhan Tim Bersaing di Lomba Tari Kreasi Nusantara
Bupati Serang Terima Anugerah SMSI sebagai Sahabat Pers Indonesia 2026
Perumda Tirta Benteng Tegaskan Kepuasan dan Perlindungan Pelanggan
Ratusan Guru di Banten Ikuti Acara Gerakan Guru Mahir
Andra Soni Raih Anugerah SMSI 2026 Kategori Spirit Pers Indonesia
Pemkot Tangerang Gelar Penyuluhan Hukum Hak dan Kewajiban untuk Perkuat Literasi Masyarakat
Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Khas Cina Benteng Mandikan Perahu Leluhur

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:17 WIB

Aplikasi Sidata, Sistem Terintegrasi Dinkes Kota Tangerang untuk Pantau Kondisi Balita Stunting Secara Real Time

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:57 WIB

Semarak Festival Al-A’zhom ke-13, Puluhan Tim Bersaing di Lomba Tari Kreasi Nusantara

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:09 WIB

Bupati Serang Terima Anugerah SMSI sebagai Sahabat Pers Indonesia 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:25 WIB

Perumda Tirta Benteng Tegaskan Kepuasan dan Perlindungan Pelanggan

Berita Terbaru