Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Khas Cina Benteng Mandikan Perahu Leluhur

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Khas Cina Benteng Mandikan Perahu Leluhur

Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Khas Cina Benteng Mandikan Perahu Leluhur

JURNALISPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Ribuan warga memadati kawasan Klenteng Boen Tek Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci dalam perhelatan Festival Budaya Petjoen 2026, tradisi budaya masyarakat Cina Benteng yang digelar setiap tahun dan menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat.

Salah satu rangkaian utama dalam festival tersebut adalah ritual memandikan perahu keramat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan atau Koet Goan serta menjadi simbol pelestarian budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Wakil Ketua Panitia Festival Budaya Petjoen, Anto Tjiu Abaw, mengatakan perayaan tersebut rutin dilaksanakan setiap tanggal lima bulan lima dalam kalender Tionghoa atau dikenal dengan sebutan Go Gwe Ce Go.

“Kami menggelar tradisi Petjoen (Peh Cun) ini setiap tahun tepatnya setiap tanggal lima bulan lima atau Go Gwe Ce Go. Tujuannya untuk mengenang leluhur lewat perahu keramat yang dibuka, dimandikan, dan diberkati setahun sekali,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Disnaker Kota Tangerang dan PT Starkleen Gelar Rekrutmen untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

Dalam prosesi tersebut, perahu keramat yang diyakini telah berusia ratusan tahun dimandikan menggunakan air kembang yang telah didoakan oleh pemuka agama. Banyak pengunjung turut menyaksikan ritual tersebut dan berharap mendapatkan keberkahan dari tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Cina Benteng.

Menurut Anto, perahu keramat tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dipercaya berkaitan dengan perjalanan leluhur masyarakat Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui aliran Sungai Cisadane.

“Perahu keramat ini bukan sekadar benda bersejarah, menurut cerita yang diwariskan turun-temurun perahu keramat ini berasal dari leluhur warga Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane. Tidak heran, tradisi ini ditunggu-tunggu kedatangannya baik dari warga sekitar sampai mereka yang berdatangan dari Jakarta, Bogor, Cilegon, dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga :  Idul Adha di Lapas Sumedang, Perkuat Nilai Kebersamaan dan Berbagi

Selain ritual budaya, Festival Petjoen juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya seperti pertunjukan musik gambang kromong, pembagian kue sangjit, hingga bazar kuliner yang berlangsung selama beberapa hari.

Panitia berharap tradisi tersebut terus terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Tangerang yang hidup dalam keberagaman.

“Kami ingin tradisi ini milik bersama, semua masyarakat bisa hadir, tidak hanya dari Cina Benteng, menikmati acara sampai merasakan kebersamaan yang ada di sini. Semoga tradisi ini terus lestari khususnya bisa diteruskan oleh generasi-generasi selanjutnya,” pungkasnya. (Mil)

Berita Terkait

Jumat Curhat di Karawaci, Kapolres Ajak Warga Perangi Tawuran dan Narkoba
Aplikasi Sidata, Sistem Terintegrasi Dinkes Kota Tangerang untuk Pantau Kondisi Balita Stunting Secara Real Time
Semarak Festival Al-A’zhom ke-13, Puluhan Tim Bersaing di Lomba Tari Kreasi Nusantara
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal
Bupati Serang Terima Anugerah SMSI sebagai Sahabat Pers Indonesia 2026
Perumda Tirta Benteng Tegaskan Kepuasan dan Perlindungan Pelanggan
Ratusan Guru di Banten Ikuti Acara Gerakan Guru Mahir
Andra Soni Raih Anugerah SMSI 2026 Kategori Spirit Pers Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:54 WIB

Jumat Curhat di Karawaci, Kapolres Ajak Warga Perangi Tawuran dan Narkoba

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:17 WIB

Aplikasi Sidata, Sistem Terintegrasi Dinkes Kota Tangerang untuk Pantau Kondisi Balita Stunting Secara Real Time

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:57 WIB

Semarak Festival Al-A’zhom ke-13, Puluhan Tim Bersaing di Lomba Tari Kreasi Nusantara

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:09 WIB

Bupati Serang Terima Anugerah SMSI sebagai Sahabat Pers Indonesia 2026

Berita Terbaru