JURNALISPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui peningkatan kapasitas para pendamping di masyarakat. Bertepatan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Peri Lansia atau Pendamping Risiko Tinggi Lansia di Aula Kantor Dinkes Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam menghadapi fenomena aging population, yakni meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia seiring bertambahnya angka harapan hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran kader Peri Lansia dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga yang memiliki lansia dengan kondisi tertentu.
“Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini, kami menyelenggarakan pelatihan bagi para caregiver atau kader Peri Lansia. Kegiatan ini telah dilaksanakan dalam dua angkatan dan diikuti oleh kader Peri Lansia yang ada di Kota Tangerang,” jelas dr. Dini.
Saat ini, Kota Tangerang memiliki sekitar 500 kader Peri Lansia yang tersebar di berbagai wilayah. Pada pelatihan sebelumnya, sebanyak 50 kader telah mendapatkan pembekalan, sedangkan pelatihan kali ini diikuti oleh 39 peserta. Secara keseluruhan, sebanyak 589 kader Peri Lansia telah mendapatkan pelatihan dari Dinkes Kota Tangerang.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta, Dinkes Kota Tangerang menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki keahlian di bidang kesehatan lansia, di antaranya dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, serta Wulan Nurse.
Berbagai materi yang diberikan meliputi penanganan dan perawatan lansia, khususnya bagi mereka yang mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan membutuhkan pendampingan lebih intensif.
“Berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 97 persen lansia di Kota Tangerang berada dalam kondisi mandiri. Artinya, mereka masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, sehat, bahkan tetap produktif,” katanya.
Meski demikian, masih terdapat sebagian lansia yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi kesehatan tertentu.
“Namun, masih ada sekitar tiga persen lansia yang belum mandiri karena berbagai kondisi, seperti penyakit kronis yang membuat mereka membutuhkan pendampingan. Di sinilah pemerintah hadir melalui program pelatihan kader Peri Lansia,” tambahnya.
Dinkes Kota Tangerang menegaskan, kader Peri Lansia yang telah mengikuti pelatihan tidak bertugas menggantikan peran keluarga dalam merawat lansia. Sebaliknya, mereka berperan sebagai pendamping dan edukator yang membantu keluarga memahami cara merawat lansia secara tepat sesuai kondisi kesehatannya. (Marsudin)









