JURNALISPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Polisi masih terus mendalami kasus penemuan jasad seorang pelajar di kawasan muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terjadi pekan lalu.
Dalam proses penyelidikan tersebut, Satreskrim Polresta Tangerang telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
“Tim Satreskrim Polresta Tangerang telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah di Tangerang, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, proses pendalaman masih terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
“Proses pendalaman masih terus berjalan untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi, termasuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab,” kata Indra.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tindak kekerasan. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya luka pada bagian dada sebelah kanan serta tangan kanan korban.
“Luka tersebut diduga akibat benda tajam,” tegasnya.
Selain itu, kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan korban dengan aksi tawuran yang terjadi di wilayah tersebut. Hal ini menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengetahui latar belakang peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Menurut Indra, pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan guna mengungkap fakta dan rangkaian peristiwa secara utuh. Sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi juga masih dalam tahap analisis untuk memperjelas kronologi kejadian.
“Apabila ada yang mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian, kami harap segera melapor,” imbaunya.
Sebelumnya, polisi mengidentifikasi korban sebagai pelajar berinisial NAW (16), warga Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah dari salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan.
“Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah, salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan,” jelas Indra, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi juga menemukan sepeda motor yang diduga milik korban di area pemakaman, tidak jauh dari lokasi penemuan jasad. Kendaraan tersebut dalam kondisi terkunci stang.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan memperkuat keterangan saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut. Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional hingga kasus ini terungkap. (Zaki)









