Wakil Wali Kota Tangerang Buka Sosialisasi Mitigasi Risiko Pekerjaan

Kamis, 17 September 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Setiap pekerjaan pemerintah bukan sekadar mengejar penyelesaian. Sejak perencanaan hingga pelaksanaan, seluruh proses harus sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka Sosialisasi Mitigasi Risiko Pekerjaan bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (17/09/2026).

Maryono mengatakan, mitigasi risiko harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja aparatur. Risiko perlu dikenali sejak awal agar potensi persoalan dapat diantisipasi, khususnya dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa.

“Kita ingin menyamakan pemahaman, memperkuat sistem, dan membangun kesadaran dalam menjalankan tugas. Karena itu, mitigasi risiko penting dalam setiap pekerjaan,” ujar Maryono.

Baca Juga :  Lindungi Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Kota Tangerang Bentuk Gugus Tugas Pornografi

Menurutnya, PPK dan PPTK harus memahami setiap tahapan pekerjaan dari awal hingga selesai, bukan sekadar memastikan pekerjaan terselesaikan atau proses tersahkan.

“Kenali risikonya sejak awal, siapkan langkah pengendaliannya dan lakukan pengawasan secara konsisten,” katanya.

Maryono, juga meminta PPK dan PPTK tidak ragu menjalankan tugas. Pemahaman terhadap aturan dan risiko, menurutnya, justru menjadi bekal untuk bekerja lebih yakin dan profesional.

“Dengan memahami risiko dan langkah pengendaliannya, kita tidak perlu ragu menjalankan pekerjaan. Yang penting, setiap proses dilakukan sesuai ketentuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Perubahan APBD 2026 Dibahas, Pemkot dan DPRD Tangerang Selaraskan dengan Kebutuhan Masyarakat

Ia juga menegaskan, keberanian dalam bekerja harus tetap dibarengi dengan kepatuhan terhadap aturan.

“Yang menjadi PPK dan PPTK harus berani. Selama kita bekerja dengan benar, mengikuti aturan, dan memahami risikonya, Insya Allah kita tidak perlu takut,” tegasnya.

Maryono berharap, sosialisasi ini semakin memperkuat kapasitas PPK dan PPTK agar bekerja lebih cermat dan profesional, sehingga setiap pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mari budayakan mitigasi risiko sejak perencanaan, agar pekerjaan lebih tepat guna dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Mil)

Berita Terkait

Perkuat Spiritual dan Integritas, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Gelar Pengajian Bersama
Soroti Batas Usia Kewarganegaraan di RUU HPI, Wagub Banten Dimyati: Idealnya 25 Tahun atau Lulus S-2
Lapas Kelas IIA Serang Gelar Sholat Istisqa Bersama Warga Binaan
Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan
DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kawal Pelaksanaan Pembangunan
Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Buka Kesempatan Bagi Putra Putri Warga Tangerang
Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:17 WIB

Perkuat Spiritual dan Integritas, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Gelar Pengajian Bersama

Jumat, 18 September 2026 - 19:05 WIB

Soroti Batas Usia Kewarganegaraan di RUU HPI, Wagub Banten Dimyati: Idealnya 25 Tahun atau Lulus S-2

Jumat, 18 September 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Gelar Sholat Istisqa Bersama Warga Binaan

Jumat, 18 September 2026 - 16:55 WIB

Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan

Jumat, 18 September 2026 - 16:41 WIB

DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat

Berita Terbaru