Sempat Viral, Ikhlas Berbuah Manis

Senin, 20 Juli 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sempat Viral, Ikhlas Berbuah Manis

Sempat Viral, Ikhlas Berbuah Manis

JURNALISPOS.CO.ID, LEBAK – Cacang Hidayat (56) seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, tidak pernah menyangka jika kehidupanya akan berubah sedemikin rupa pasca beredar video keadaan dirinya yang sempat viral di Bulan Desember 2025.

Dalam video tersebut ia nampak memperlihatkan keadaan rumahnya yang sangat memprihatinkan dan terkesan jauh dari kata layak. Selain itu, dalam keterangan pada video itu juga ia harus menempuh perjalanan selama dua jam menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk menuju tempat dimana ia mengabdi yakni di SMPN 2 Cibadak.

Maklum saja, jarak tempuh dari rumahnya yang berada di Kampung Sanding, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kelokasi SMPN 2 Cibadak lumayan jauh, terlebih laki-laki yang selalu tersenyum itu selalu berjalan kaki menuju tempat kerjanya. Bisa dibayangkan, dengan usia yang hampir senja, Cacang tetap semangat berangkat meski harus bersusah payah, semua itu ia lakukan demi tugasnya membantu pemerintah guna melayani masyarakat khususnya di bidang Pendidikan.

Ya, Cacang, yang mempunyai tanggung jawab di SMPN 2 Cibadak sebagai petugas tata usaha(TU) pada perpustakaan itu, tetap ikhlas meski keadaan kurang memihak kepadanya. Betapa tidak, saat itu, laki-laki yang mempunyai enam anak itu harus tinggal dirumah dengan ukuran 6×6 berdinding bilik yang hampir usang.

Baca Juga :  Jambore Ormas 2026, Pemkot Tangerang Perkuat Sinergi dan Persatuan untuk Pembangunan Daerah

Kondisi itu ditambah penghasilannya sebagai tenaga honor dinilai kurang mencukupi, lantaran setiap bulan hanya sekitar Rp850 ribu gaji pokok ditambah bonus dari piket. Jika dikalkulasikan total pendapatkannya sekitar Rp1,2 juta perbulan. Dengan nilai tersebut, tentu jauh dari kata layak dan cukup. Namun, karena rasa ikhlasnya, tanggung jawabnya sebagai pegawai dan orang tua harus tetap dilakukan dengan rasa ikhlas.

“Iya pak, saya setiap hari berangkat dan pulang kerja selalu jalan kaki. Setiap perjalanan membutuhkan waktu dua jam berjalan kaki, tapi ya karena tugas saya tetap menjalaninya dengan iklas dan penuh tanggung jawab,”kata Cacang, dengan senyum yang mengembang.

Cerita getir Cacang tersebut kini mulai berubah dengan manis. Pasalnya, sejak beredarnya video tentangnya itu mencuat, banyak sekali pihak yang datang untuk membantunya. Bahkan beberapa hari setelah video itu beredar ia diangkat oleh pemerintah menjadi tenaga PPPK Paruh Waktu.

Cacang bercerita, rumahnya yang dulu tidak layak ditempati, kini sudah diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Lebak melalui program Rumah Tidak Layak Huni. Dengan begitu kondisi rumahnya kini sudah agak lebih baik, selain itu bantuan juga datang dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak yang memberikan keramik serta bata hebel. Akan tetapi karena belum memiliki uang untuk memasangnnya, keramik-keramik dan hebel itu ia simpan dulu dengan baik sampai sudah memiliki biaya.

Baca Juga :  Hadiri Halalbihalal PGRI, Bupati Tangerang Tegaskan Program Beasiswa

Selai itu, kondisi dapurnya juga saat ini belum membaik, masih seperti yang lama. Sehingga Cacang mempunyai cita-cita, jika kelak ia mempunyai rejeki lebih, maka ia akan memperbaikinya.

“Meski begitu dapur dirumah saya belum diperbaiki, masih seperti yang dulu. Rencananya jika saya punya rejeki, dapur dan keramik akan segera saya pasang,”katanya optimis.

Satu persatu keadaanya yang dulu sempat mengalami kesulitan kini mulai teratasi, dulu Cacang berangat bekerja dengan berjalan kaki. Tapi kini, lagi-lagi setelah videonya viral, ada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memberikannya sebuah sepeda motor. Jadi kata dia, kini jika berangkat bekerja, ia selalu diantar oleh anaknya dengan menggunakan motor pemberian LSM itu.

“Hanya berangkat kerja saja saya minta diantar oleh anak saya, pulangnya saya tetap jalan kaki,”kata Cacang.

Sepengakuan Cacang kini, ia bermimpi dan bercita-cita memperbaiki dapur, memasang lantai dengan keramik serta memaksimalkan sumur yang ada. Maklum saja kediamannya sumber air yang ada hanya menggunakan sumur manual saja. (Jenni)

Berita Terkait

Perkuat Spiritual dan Integritas, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Gelar Pengajian Bersama
Soroti Batas Usia Kewarganegaraan di RUU HPI, Wagub Banten Dimyati: Idealnya 25 Tahun atau Lulus S-2
Lapas Kelas IIA Serang Gelar Sholat Istisqa Bersama Warga Binaan
Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan
DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kawal Pelaksanaan Pembangunan
Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Buka Kesempatan Bagi Putra Putri Warga Tangerang
Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:17 WIB

Perkuat Spiritual dan Integritas, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Gelar Pengajian Bersama

Jumat, 18 September 2026 - 19:05 WIB

Soroti Batas Usia Kewarganegaraan di RUU HPI, Wagub Banten Dimyati: Idealnya 25 Tahun atau Lulus S-2

Jumat, 18 September 2026 - 18:00 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Gelar Sholat Istisqa Bersama Warga Binaan

Jumat, 18 September 2026 - 16:55 WIB

Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan

Jumat, 18 September 2026 - 16:41 WIB

DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat

Berita Terbaru