Klarifikasi Puskesmas Gunungsari atas Tudingan Diduga Lambannya Penanganan Pasien Persalinan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klarifikasi Puskesmas Gunungsari atas Tudingan Diduga Lambannya Penanganan Pasien Persalinan

Klarifikasi Puskesmas Gunungsari atas Tudingan Diduga Lambannya Penanganan Pasien Persalinan

JURNALISPOS.CO.ID, KAB. SERANG – Unit Pelaksanan Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat (UPT Puskesmas) Gunungsari, Kabupaten Serang mengklarifikasi atas tudingan diduga lambannya penanganan pasien persalinan atas nama Muhayaroh warga Kecamatan Gunungsari pada 1 Mei 2026 lalu. Pihak puskesmas memastikan, pada 1 Mei 2026 tidak menerima atau kedatangan pasien atas tersebut.

Klarifkasi disampaikan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha UPT Puskesmas Gunungsari, Utami Prananda. Ia memastikan, puskesmas tetap membuka layanan meski di hari libur. ”Terkait berita bahwa tidak ada petugas yang jaga saat libur ditanggal 1, itu tidak benar. Puskemas kami tetap buka pelayanan untuk persalinan dan UGD 24 jam termasuk di hari libur,”ucapnya melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Utami Prananda menyebutkan kronologi untuk meluruskan atas tudingan pada pemberitaan media online bertepatan pada 1 Mei 2026 tidak ada bidan atau petugas jaga Puskesmas Gunungsari. ”Hari itu tanggal 1 Mei ada 2 bidan berjaga shift pagi. Saat jam makan siang, jam 12 bidan memang sempat keluar sebentar (ke Sempur) untuk makan siang. Sekitar 15 menit kembali lagi ke puskesmas, sholat dan makan di ruangan jaga bidan,”paparnya.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Kota Tangerang Tegaskan Sekolah Gratis Harus Bebas Pungli

Lebih lanjut Utami Prananda memaparkan, hingga mendapat kabar bahwa akan kedatangan pasien bidan pun menunggu hingga mengirimkan video laporan bahwa belum ada pasien yang datang. Hingga berganti shift pun, bidan jaga memastika tidak ada pasien yang datang ke puskesmas di hari tersebu.

”Saya pun diberitahu oleh bidan koordinator keesokan harinya bahwa ada kematian Ibu bersalin warga Gunungsari di rumah sakit, rujukan dari PBM (Praktek Bidan Mandiri) Yulihah. Pada hari itupun langsung kami lakukan audit internal kematian ibu, didapatkan keterangan bahwa pasien sempat di coba dilahirkan di PMB dan sudah berada di PMB 7 jam hingga di rujuk,”ucapnya.

”Padahal, di buku hamil jelas pasien tersebut pasien dengan resiko tinggi yang seharusnya langsung di rujuk. Tidak boleh di tolong di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas apalagi bidan praktek mandiri,”tegasnya.

Sebagai informasi, Utami Prananda mengklarifikasi atas pemberitaan media online sebagai narasumber Ibu korban Siti Ratna Wati kepada wartawan, menjelaskan bahwa anaknya mulai mengalami tanda-tanda persalinan dan langsung dibawa ke Puskesmas Gunungsari sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi suami korban, Muhriji, serta seorang dukun bayi bernama Bu’ah yang selama ini membantu proses pendampingan kehamilan.

Baca Juga :  Momentum Idulfitri, PWI Kota Tangerang Jalin Silaturahmi dengan Wakil Wali Kota

“Setibanya di puskesmas, kondisi terlihat sepi. Mobil ambulans ada, tapi tidak ada sopir maupun petugas yang bisa langsung membantu. Kami menunggu cukup lama, dari sekitar pukul 11.30 WIB sampai 12.10 WIB, namun tidak ada petugas yang datang,” ungkap Siti Ratna Wati kepada awak media.
”Jadi terkait tudingan pelayanan kami lambat, ini perlu diklarifikasi. Pada kasus ini, pasien tidak ke puskesmas kami bukan karena kesalahan dalam penanganan pelayanan,”jelas Utami Prananda.

Meski demikian, Utami Prananda meamstikan atas kejadian tersebut menjaidkan bahan untuk evaluasi pelayanan yang optimal Puskesmas Gunungsari kepada masyarakat. ”Kami tetap akan mengevaluasi internal ketimpangan dan selisih yang terjadi, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi kembali di kemudian hari,”tuturnya. (Mil)

Berita Terkait

Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang
Tanggapan Ketua Umum FBB Tentang Reshuffle Kabinet Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran
Evaluasi SAKIP 2026, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak
Wabup Serang Najib Hamas Apresiasi Kerja PMI Membantu Masyarakat
Disnakertrans Kabupaten Serang Beri Pelatihan 32 Warga Menjahit Garmen
DLH Kota Tangerang Tutup TPS Ilegal di Panunggangan, Lakukan Uji Dampak Lingkungan
Wakil Wali Kota Tangerang Buka Sosialisasi Mitigasi Risiko Pekerjaan
352.088 Peserta BPJS Dibayarkan Pemkot Tangerang, Perlindungan Kesehatan Warga Terus Diperkuat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WIB

Tanggapan Ketua Umum FBB Tentang Reshuffle Kabinet Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WIB

Evaluasi SAKIP 2026, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak

Kamis, 17 September 2026 - 18:37 WIB

Wabup Serang Najib Hamas Apresiasi Kerja PMI Membantu Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 18:21 WIB

Disnakertrans Kabupaten Serang Beri Pelatihan 32 Warga Menjahit Garmen

Berita Terbaru