Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik

Selasa, 8 September 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Virginia Nurya Hikmawati 
Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang

dr. Virginia Nurya Hikmawati Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang

JURNALISPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan
Kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain mengikuti informasi resmi pemerintah Kota Tangerang, masyarakat juga perlu memahami dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Dokter Spesialis Paru RSUD Kota Tangerang dr. Virginia Nurya Hikmawati menjelaskan, abu vulkanik tidak dapat disamakan dengan debu biasa. Keduanya memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda sehingga dampaknya terhadap tubuh juga perlu diperhatikan.

“Kalau debu biasa kandungannya bisa berupa tanah, serat kain, jamur, maupun alergen. Sementara abu vulkanik memiliki partikel mineral dan logam, termasuk kuarsa dan silika,” jelasnya, Selasa (8/9/26).

Menurutnya, partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat masuk ke saluran pernapasan. Jika terhirup hingga mencapai bagian paru-paru, partikel tersebut dapat memicu reaksi peradangan pada jaringan pernapasan.

Baca Juga :  Dinsos Kota Tangerang Evakuasi Anak Terlantar, Berhasil Dipertemukan dengan Keluarga

Tubuh akan mengenali abu vulkanik yang masuk sebagai benda asing. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu peningkatan produksi lendir pada saluran pernapasan. Dampaknya dapat lebih terasa pada masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan.

“Orang yang sudah memiliki penyakit pernapasan sebelumnya, bisa mengalami kekambuhan, seperti asma,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gejala akibat paparan abu vulkanik dapat berbeda tergantung bagian tubuh yang terkena. Paparan pada mata dapat menimbulkan rasa perih dan gatal. Sementara paparan pada hidung dan tenggorokan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Jika partikel masuk lebih jauh ke saluran pernapasan dan mencapai paru-paru, masyarakat dapat mengalami batuk yang lebih berat hingga sesak napas. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Baca Juga :  Tanggapan Atas Dugaan Kelebihan SDM di RSUD Kota Tangerang

“Kalau sudah ada sesak napas, itu menjadi salah satu tanda bahwa kita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” katanya.

Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan segera membersihkan diri setelah kembali ke rumah. Cuci tangan dan wajah, serta menjaga kebersihan tubuh untuk mengurangi paparan partikel yang menempel.

“Intinya, kurangi pajanan, kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pantau informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.

(marsudin)

Berita Terkait

Sambut HKN Dinkes Kota Tangerang Gelar Dinkes Cup 2026
Kembangkan 76 Kelompok Wanita Tani, Pemkot Tangerang Perkuat Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan
Relokasi 273 PKL Pasar Anyar Dimulai, Pemkot Tangerang Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar
Kwarcab Pramuka Kota Tangerang Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter Lewat Orientasi Mabigus
Pemkab Serang Seleksi Program Beasiswa bagi Pemuda ke Jepang
Menurut Ketua Umum FBB Pemakzulan Terhadap Wakil Presiden RI Merupakan Tindakan Melampaui Kewenangan Konstitusional
Salurkan Bansos di Tangerang, Gubernur Andra Soni Sekaligus Dorong Program Sekolah Gratis
Jangkau 16.000 Pelajar, Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa Tangerang Cerdas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:53 WIB

Sambut HKN Dinkes Kota Tangerang Gelar Dinkes Cup 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:06 WIB

Kembangkan 76 Kelompok Wanita Tani, Pemkot Tangerang Perkuat Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan

Selasa, 3 November 2026 - 14:45 WIB

Relokasi 273 PKL Pasar Anyar Dimulai, Pemkot Tangerang Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar

Selasa, 3 November 2026 - 08:46 WIB

Kwarcab Pramuka Kota Tangerang Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter Lewat Orientasi Mabigus

Selasa, 3 November 2026 - 00:33 WIB

Pemkab Serang Seleksi Program Beasiswa bagi Pemuda ke Jepang

Berita Terbaru

Berita

Sambut HKN Dinkes Kota Tangerang Gelar Dinkes Cup 2026

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:53 WIB