Heboh Nepotisme Desa! Camat Pakuhaji Menghilang dan Bungkam Saat Dimintai Klarifikasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALISPOS.CO.ID, KAB. TANGERANG – Di tengah sorotan dugaan nepotisme yang mengguncang Desa Buaran Bambu, sikap Camat Pakuhaji justru memantik tanda tanya besar. Alih-alih memberikan klarifikasi, sang camat memilih diam saat dikonfirmasi.

Tim Jurnalis Tangerang Raya (JTR) mendatangi langsung Kantor Kecamatan Pakuhaji pada Senin (3/8/2026). Namun, camat tidak berada di lokasi. Upaya konfirmasi berlanjut melalui pesan WhatsApp. hasilnya nihil. Tak ada jawaban, tak ada penjelasan, bahkan saat isu ini sudah ramai diperbincangkan publik.

Sikap bungkam ini langsung menyulut reaksi. Ketua JTR, Ahmad Putra, menilai klarifikasi dari pihak kecamatan adalah kunci untuk meredam keresahan masyarakat.

“Kami hanya ingin jawaban sederhana. Benar atau tidak Kaur Keuangan itu anak Kepala Desa? Dan apakah prosesnya sesuai aturan? Itu saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Periksa 8 Saksi, Dalami Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem

Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban itu tak kunjung datang.

Kecurigaan Publik Menguat

Kasus ini bermula dari keresahan warga Desa Buaran Bambu yang mempertanyakan pengangkatan Kaur Keuangan yang diduga memiliki hubungan darah dengan Kepala Desa.

Bukan tanpa alasan. Aturan sudah jelas.

Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 secara tegas melarang praktik nepotisme dalam pengangkatan perangkat desa. Prosesnya wajib transparan: melalui penjaringan, penyaringan, hingga seleksi terbuka.
Lalu, jika semua prosedur sudah benar, mengapa harus diam?

Baca Juga :  Verifikasi FKTS, Kecamatan Cibodas Dinilai Penuhi Indikator Kantor Sehat

Pertanyaan inilah yang kini bergema di tengah masyarakat. Diamnya pihak kecamatan justru memperkuat spekulasi: apakah proses ini benar-benar bersih, atau ada sesuatu yang disembunyikan?

JTR Akan Bongkar Sampai Tuntas

Tak berhenti di sini, JTR memastikan akan terus mengawal kasus ini. Langkah lanjutan sudah disiapkan, termasuk mengonfirmasi langsung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang.

Tujuannya jelas: memastikan apakah proses pengangkatan ini sesuai aturan, atau justru sarat kepentingan.

Di tengah tuntutan transparansi, publik kini menunggu satu hal sederhana: kejujuran. Karena dalam kasus seperti ini, diam bukan lagi netral. melainkan mencurigakan.

(Tim JTR)

Berita Terkait

Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom, Ribuan Jamaah dan Puluhan Habaib Serukan Keteladanan Rasulullah
Dari Masjid Baiturrahman Polda Banten Menuju Baitullah, Hadiah Umroh Jadi Wujud Kepedulian Kapolda
Kabupaten Serang jadi Pilot Project Kampung Holtikultura Gerakan Perempuan Pangan IWAPI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Gelar Gowes BerSAMA Masyarakat
Hadiri Puncak HUT ke 81 RI di Desa Cisait, Wabup Serang Tekankan Teladani Perjuangan Pahlawan
Wabup Serang Sebut SDM Unggul Kunci hadirnya Lembaga Pendidikan Berkualitas
Ombudsman RI Dorong Transparansi dan Penguatan Pengawasan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri
Buka Pekan Raya Balaraja ke-2, Bupati Maesyal Ajak Warga Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom, Ribuan Jamaah dan Puluhan Habaib Serukan Keteladanan Rasulullah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Dari Masjid Baiturrahman Polda Banten Menuju Baitullah, Hadiah Umroh Jadi Wujud Kepedulian Kapolda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Kabupaten Serang jadi Pilot Project Kampung Holtikultura Gerakan Perempuan Pangan IWAPI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Gelar Gowes BerSAMA Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Hadiri Puncak HUT ke 81 RI di Desa Cisait, Wabup Serang Tekankan Teladani Perjuangan Pahlawan

Berita Terbaru