Nelayan Padang Pariaman Hadapi Kendala BBM Bersubsidi dan Alat Tangkap, Berharap Perhatian Pemerintah

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Padang Pariaman Hadapi Kendala BBM Bersubsidi dan Alat Tangkap, Berharap Perhatian Pemerintah

Nelayan Padang Pariaman Hadapi Kendala BBM Bersubsidi dan Alat Tangkap, Berharap Perhatian Pemerintah

JURNALISPOS.CO.ID, PADANG PARIAMAN – Sejumlah persoalan masih dihadapi nelayan di Kabupaten Padang Pariaman, mulai dari keterbatasan pasokan BBM bersubsidi hingga gangguan aktivitas penangkapan ikan akibat penggunaan alat tangkap yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Plt. UPTD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Dedi Tama, menyampaikan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi nelayan saat ini adalah sering terputusnya stok BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU. Padahal, mayoritas nelayan pengguna kapal payang mengandalkan mesin tempel yang menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama untuk melaut.

Ia menjelaskan bahwa selama nelayan telah memiliki surat rekomendasi, pihak SPBU tidak mempersulit penyaluran BBM bersubsidi. Nelayan dari Ulakan dan Sunua umumnya memperoleh BBM di SPBU Toboh, nelayan wilayah Ketaping mengambil di SPBU Bandara, sedangkan nelayan Gasan memperoleh BBM di SPBU Tiku.

Baca Juga :  Pengurus Perbasi Kota Tangerang 2026-2030 Dilantik, Fokus Pembinaan Atlet dan Generasi Muda

Selain itu, Dedi Tama mengungkapkan bahwa terdapat rencana pembangunan dua titik Kampung Nelayan yang akan berlokasi di Nagari Mangguang dan Tiram sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Semoga Jaya Ulakan, Safaruddin, menyampaikan bahwa nelayan tradisional juga menghadapi persoalan aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan dari Muara Anai yang diduga masih menggunakan pukat harimau. Menurutnya, aktivitas tersebut dilakukan di wilayah perairan Ulakan sehingga berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan setempat.

Selain itu, Safaruddin juga menyoroti keberadaan alat tangkap jaring milenium milik nelayan Pasie Jambak, Kota Padang, yang hanyut hingga ke wilayah pesisir Ulakan Tapakis. Kondisi tersebut dinilai merugikan nelayan tradisional karena alat tangkap tersebut mengganggu aktivitas penangkapan ikan.

Menurutnya, jaring milenium seharusnya dioperasikan pada zona sekitar dua mil laut dari bibir pantai. Namun, di lapangan masih ditemukan aktivitas penangkapan sekitar satu mil laut dari bibir pantai yang merupakan wilayah tangkap nelayan tradisional. Akibatnya, alat tangkap nelayan tradisional sering terganggu sehingga hasil tangkapan ikan menjadi berkurang.

Baca Juga :  Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Menilai Pengelolaan Aset Belum Maksimal

Di sisi lain, persoalan BBM bersubsidi juga masih menjadi keluhan nelayan. Ketersediaan Pertalite di SPBU terkadang mengalami kekosongan atau keterlambatan distribusi, sehingga nelayan tidak dapat melaut tepat waktu. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas dan pendapatan nelayan yang sangat bergantung pada waktu penangkapan ikan.

Para nelayan berharap pemerintah bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap ketersediaan BBM bersubsidi, meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan, serta mempercepat pembangunan sarana pendukung seperti Kampung Nelayan agar kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Padang Pariaman semakin meningkat. (Jenni)

Berita Terkait

Wali Kota Tangerang Hadiri Peringati HANI 2026
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Buka Lomba Berburu dan Bakti Sosial
DPPKB Kabupaten Tangerang Gelar Aksi Bersih Sampah Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Aksi Bersih Pantai Digelar Jelang Kongres VII BM PAN, Dukung Kebijakan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Jelang HKG PKK Nasional ke-54, Ketua TP PKK Kota Tangerang Jalin Silaturahmi Penuh Keakraban
Disnakertrans Sosialisasikan Program Pemagangan Nasional kepada Perusahaan dan BLUD Kabupaten Serang
Lima Kali Berturut-turut, Kabupaten Tangerang Pertahankan Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten
Modus Baru Gaya Penipuan di Dua Toko Material di Jawilan dan Maja

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:32 WIB

Wali Kota Tangerang Hadiri Peringati HANI 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:56 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Buka Lomba Berburu dan Bakti Sosial

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:49 WIB

DPPKB Kabupaten Tangerang Gelar Aksi Bersih Sampah Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:13 WIB

Aksi Bersih Pantai Digelar Jelang Kongres VII BM PAN, Dukung Kebijakan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:28 WIB

Disnakertrans Sosialisasikan Program Pemagangan Nasional kepada Perusahaan dan BLUD Kabupaten Serang

Berita Terbaru

Walikota Tangerang Hadiri Peringati HANI 2026

Banten

Wali Kota Tangerang Hadiri Peringati HANI 2026

Jumat, 10 Jul 2026 - 16:32 WIB