JURNALISPOS.CO.ID, CIKAMPEK – Rekayasa lalu lintas one way nasional mulai diberlakukan di ruas Tol Trans Jawa menyusul meningkatnya volume kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026. Sistem satu arah tersebut dimulai dari KM 70 Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Pemberlakuan dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi pada Rabu (18/3) siang.
“Melihat peningkatan jumlah pemudik yang signifikan pada hari ini (18/3), maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga memutuskan untuk memberlakukan one way nasional secara menyeluruh, mulai dari KM 70 hingga KM 414. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan masyarakat pada masa arus mudik Lebaran 2026,” ujar Menhub Dudy.
Kebijakan tersebut bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan. Salah satu indikator yang digunakan adalah volume kendaraan dibanding kapasitas jalan (V/C Ratio).
“Jika V/C Ratio di atas angka 8.000, maka pihak Kepolisian dan Jasa Marga akan memberlakukan one way nasional. Namun, apabila angka V/C Ratio menunjukkan penurunan, maka lalu lintas akan dikembalikan ke mode normal,” ungkapnya.
Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian dan Jasa Marga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan, baik di jalan tol maupun jalur arteri, untuk memastikan arus mudik tetap terkendali.
“Kemenhub akan terus memantau arus mudik, baik di jalan tol maupun arteri. Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan juga lancar,” terang Menhub.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat lelah.
“Jika lelah, jangan memaksakan berkendara. Manfaatkan rest area untuk beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi menegaskan pihaknya akan melakukan pengawalan maksimal guna menjamin keamanan perjalanan para pemudik.
“Kami jaga supaya sampai ke tempat tujuan dengan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” ujarnya.
Berdasarkan data Jasa Marga, tercatat sekitar 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-10 hingga H-4 Lebaran 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
(saripudin)









