Sirkus Gratis di Pembangunan Parkiran RSUD Tangerang Bikin Geleng Kepala

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Tangerang,- Masyarakat Kota Tangerang disuguhi pemandangan yang membuat bulu kuduk berdiri dalam proses pembangunan gedung parkir RSUD Kota Tangerang.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (5/12/2025), para pekerja terlihat bergerak di ketinggian tanpa mengenakan alat keselamatan yang semestinya wajib, mulai dari safety harness, helm, hingga perlindungan standar lain.

Mereka berjalan di atas rangka besi sambil membawa material bangunan, menghadirkan kesan seperti atraksi akrobat.

Makmun, warga sekitar, menyebut kondisi itu muncul hampir setiap hari.

“Mungkin dia mikirnya rumah sakit deket, jadi kalau ada apa-apa tinggal angkut,” ujarnya.

Ia mengaku warga sudah menegur, tetapi tidak ada perubahan.

Baca Juga :  Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Mewakili Warga Sangiang Jaya Mengucapkan Terimakasih

“Mandornya kayak ngga mau denger. Kalau tidak membahayakan orang sekitar mah kita bodo amat. Lah ini lihat aja, cuma dikasih jaring seadanya,” kata Makmun.

Proyek pembangunan gedung parkir tersebut dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang. Namun pengawasan keselamatan di lapangan tampak longgar.

Ketiadaan alat pelindung diri pada pekerja menunjukkan manajemen risiko yang lemah untuk proyek konstruksi yang dilakukan di pusat aktivitas masyarakat.

Aktivis sekaligus penggiat sosial, Hilman Santosa, menilai situasi ini tidak dapat dibiarkan.

“Kalau pekerja bisa naik ke ketinggian tanpa alat keselamatan, itu berarti pengawasan dari Perkim dan konsultan proyek tidak berjalan,” tegas Hilman.

Baca Juga :  Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Sambut Baik Audiensi Pengurus JTR, Siap Bangun Kolaborasi Informasi Publik

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab keselamatan bukan sekadar formalitas administrasi.

“Konsultan pengawas itu dibayar untuk memastikan standar diterapkan. Kalau hal dasar seperti alat keselamatan saja dibiarkan hilang, maka yang salah bukan hanya pekerjanya,” ujarnya.

Hilman juga mengingatkan risiko hukum yang bisa timbul.

“Kalau sampai ada korban, semua yang terlibat bisa dimintai pertanggungjawaban. Ini bukan area abu-abu, regulasinya jelas.” tutup Hilman.

Hingga berita ini dilansir, kepala dinas perumahan, pemukiman dan pertanahan Decky Priambodo belum memberikan responnya, wartawan sudah menghubungi via aplikasi pesan singkatnya namun belum mendapat jawaban. (Red)

Berita Terkait

Dari Bau Bau ke Kota Tangerang, Karang Taruna Bangun Kolaborasi Pemuda Nasional
Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI, Polsek Benda Kompak Jaga Lingkungan Bersama 3 Pilar
Aksi Pencurian Motor Digagalkan Polisi, Dua Pelaku Ditangkap di Tempat
Tujuh Jabatan Strategis Berganti, Ini Pesan Kapolres Metro Tangerang Kota
Toyota Alphard Jadi Kendaraan Sabu, Polres Metro Tangerang Kota Gagalkan 25 Kg Narkoba
Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang Mengharapkan Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif Perlu di Perkuat
Tambal Sulam Jalan Otonom Pasar Kemis–Cikupa Dikritik, DPW LSM TAMPERAK: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas
Prajurit Makorem 052/Wkr Asah Kemampuan Dasar Melalui Latorsar Umum TA 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 23:20 WIB

Dari Bau Bau ke Kota Tangerang, Karang Taruna Bangun Kolaborasi Pemuda Nasional

Senin, 23 Februari 2026 - 10:54 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI, Polsek Benda Kompak Jaga Lingkungan Bersama 3 Pilar

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:01 WIB

Aksi Pencurian Motor Digagalkan Polisi, Dua Pelaku Ditangkap di Tempat

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:08 WIB

Tujuh Jabatan Strategis Berganti, Ini Pesan Kapolres Metro Tangerang Kota

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:40 WIB

Toyota Alphard Jadi Kendaraan Sabu, Polres Metro Tangerang Kota Gagalkan 25 Kg Narkoba

Berita Terbaru