Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III Siaga, Diskominfo Imbau Jangan Percaya Isu tentang Erupsi

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III Siaga, Diskominfo Imbau Jangan Percaya Isu tentang Erupsi

Update Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III Siaga, Diskominfo Imbau Jangan Percaya Isu tentang Erupsi

JURNALISPOS.CO.ID, KAB. SERANG – Kondisi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) Level III (Siaga) per hari ini Rabu, 8 Juli 2026 pukul 6.00 WIB-12.00 WIB. Sehingga masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilo meter dari kawah aktif.

Informasi tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deny Mardiono melalui website resmi magma.vsi.esdm.go.id.

Disebutkan untuk Lokasi Administratif dan Geografis terletak di Kabupaten/Kota Lampung Selatan, Lampung dengan posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl. ”Periode Pengamatan laporan per 6 jam, tanggal 2026-07-08 pukul 06:00-12:00 WIB,”tulis Deny Mardiono.

Sedangkan untuk kondisi Klimatologi cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 27.1-31.9°C. Kelembaban 55-74%. Berdasarkan Pengamatan Visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. ”Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 10-250 meter dari puncak,”tulisnya lagi.

Adapun untuk visual lainnya terlihat Ombak Laut Tenang, serta pengamatan kegempaan 5 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 35-50 mm, dan lama gempa 13-42 detik. Selanjutnya 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-28 mm, dominan 6 mm. “Kesimpulan Tingkat Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau Level III (Siaga),” terangnya.

Baca Juga :  Wabup Serang Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah dan Amalkan Nilai Al-Qur’an

Deny Mardiono merekomemdasikan teknis Level III (SIAGA) Gunungapi Anak Krakatau agar masyarakat di sekitar Gujnung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilo meter dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

”Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,”ajaknya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang, Surtaman. Ia mengatakan berkenaan informasi status Gunung Anak Krakatau, dan isu – isu lain yang terkait cuaca dan kondisi alam mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Serang khususnya, dan yang lainya agar bisa menyaring dan mengolah infirmasi dengan bijak.

Baca Juga :  Wali Kota Tangerang Tinjau Titik Rawan, Fokus Penanganan Banjir Pasca Lebaran

”Cek sumber pemberitaanya terlebih dahulu untuk memastika informasi tersebut fakta atau hoax, dan selalu kunjungi website resmi lembaga terkait untuk memastikan kebenaranya jangan langsung share, klarifikasi dulu kebenarannya,” ujarnya.

Sekadar informasi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif tipe A di perairan Selat Sunda, yang secara administrasi masuk kedalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Meskipun demikian, pengamatan Gunungapi Anak Krakatau dilakukan melalui 2 pos pengamatan gunungapi, yaitu Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Catatan sejarah tahun 1883 adalah peristiwa erupsi besar yang menghasilkan tsunami. Selain itu, goncangan gempa bumi memicu erupsi Anak Krakatau dan longsoran sebagian tubuh Anak Krakatau yang menimbulkan tsunami di kawasan Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga saat ini. Namun demikian, Gunungapi Anak Krakatau terus memperlihatkan aktivitas magmatik berenergi rendah. (Zaki)

Berita Terkait

Kantah Virtual Perluas Akses Layanan Digital, Dukung Peningkatan Economic Value Added Kantor Pertanahan Kota Tangerang
Optimalkan Kolaborasi CSR, Sachrudin Perluas Manfaat Bedah Rumah
Dukcapil Nyaba Sambangi Polres Metro Tangerang Kota, Perkuat Pendataan Bansos
TP PKK Kota Tangerang Laksanakan Pengisian Buku Administrasi Gelari Pelangi 5 Pilot Project
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Pemkab Gelar Doa Bersama dan Beragam Aksi Sosial
Sambut HUT ke-394, Pemkab Tangerang Gelar Khitanan Massal untuk Masyarakat
Website Resmi Pemkot Tangerang Raih Penghargaan AHI 2026
Bahas Persoalan Wilayah, Sachrudin: Jangan Berhenti di Rapat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Kantah Virtual Perluas Akses Layanan Digital, Dukung Peningkatan Economic Value Added Kantor Pertanahan Kota Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Optimalkan Kolaborasi CSR, Sachrudin Perluas Manfaat Bedah Rumah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Dukcapil Nyaba Sambangi Polres Metro Tangerang Kota, Perkuat Pendataan Bansos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

TP PKK Kota Tangerang Laksanakan Pengisian Buku Administrasi Gelari Pelangi 5 Pilot Project

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:13 WIB

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Pemkab Gelar Doa Bersama dan Beragam Aksi Sosial

Berita Terbaru