JURNALISPOS.CO.ID, KAB. TANGERANG – Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu, khususnya Bogor, menyebabkan Sungai Cimanceuri meluap dan merendam permukiman warga di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Senin (6/4/2026).
Dampak luapan tersebut dirasakan di sejumlah titik, di antaranya Desa Bojong Kamal dan Desa Cirarab. Puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai lebih dari setengah meter di beberapa lokasi.
Aparatur Kecamatan Legok bersama perangkat desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan sekaligus memastikan kondisi warga tetap aman. Upaya ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan susulan.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Sikluk, RT 03/01, Desa Bojong Kamal. Berdasarkan data sementara, sebanyak 47 kepala keluarga atau sekitar 142 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.
Meski genangan air dilaporkan mulai berangsur surut, potensi kenaikan debit air masih perlu diwaspadai, terutama jika curah hujan di wilayah hulu kembali meningkat.
“Kondisi air sangat bergantung pada curah hujan di wilayah Bogor. Jika di hulu kembali turun hujan deras, ada risiko genangan akan naik kembali. Kami terus bersiaga,” ujar perwakilan tim pemantau di lapangan.
Sementara itu, kondisi di Kampung Ciparay, Desa Cirarab, juga sempat terdampak banjir hingga menyebabkan akses jalan terganggu. Namun, saat ini jalur penghubung antara wilayah Bogor dan Ciparay sudah mulai dapat dilalui kendaraan.
Meski akses sudah berangsur normal, sejumlah rumah warga yang berada di bantaran Kali Cimanceuri masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter. Diperkirakan sekitar 25 kepala keluarga masih terdampak di wilayah tersebut.
Untuk mengantisipasi kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu, pihak kecamatan melalui jajaran Trantib menginstruksikan pengurus lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengaktifkan ronda malam guna memantau pergerakan debit air secara berkala.
Selain itu, setiap perkembangan kondisi di lapangan diminta segera dilaporkan secara cepat kepada posko kecamatan. Pendataan dan dokumentasi terhadap warga terdampak juga terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.
Pemerintah Kecamatan Legok mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Cimanceuri untuk tetap siaga, terutama dengan mengamankan barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi potensi banjir susulan. (Wahyu)









