Alarm Berbunyi, Warga Tangerang Pertanyakan Pemeriksaan dan Sikap Petugas Supermarket Indo

Minggu, 19 April 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alarm Berbunyi, Warga Tangerang Pertanyakan Pemeriksaan dan Sikap Petugas Supermarket Indo

Alarm Berbunyi, Warga Tangerang Pertanyakan Pemeriksaan dan Sikap Petugas Supermarket Indo

JURNALISPOS.CO.ID, TANGERANG – Seorang warga bernama Ben mengaku diperlakukan semena-mena oleh petugas keamanan usai berbelanja di Super Indo, Jalan Raden Saleh, Kota Tangerang, Minggu (19/4/2026). Insiden terjadi saat Ben berjalan menuju pintu keluar bersama istri dan anaknya.  Namun, langkahnya terhenti mendadak ketika alarm keamanan berbunyi nyaring.

Peristiwa itu menjadi awal pengalaman yang menurut Ben meninggalkan rasa kecewa dan dipermalukan di depan umum. Tanpa penjelasan awal, seorang petugas keamanan menghampirinya dan langsung mengambil barang belanjaan, dan tas miliknya yang berisi dompet serta kunci mobil.

“Ayo ikut untuk diperiksa,” ujar petugas tersebut kepada Ben.

Merasa bingung, Ben mencoba meminta penjelasan. Namun, permintaannya tidak direspons. Ia kemudian digiring oleh beberapa petugas keamanan, disaksikan oleh istri dan anaknya, menuju area pemeriksaan.

Di lokasi tersebut, petugas memeriksa seluruh barang belanjaannya. Tidak berhenti di situ, tas pribadi Ben juga dibuka. Menurut pengakuannya, petugas bahkan memeriksa dompet dan kartu-kartu ATM di dalamnya tanpa terlebih dahulu meminta izin.

Baca Juga :  1. 500 Pelari Ramaikan Fun Run IMPACT Fest 2026 di Kota Tangerang

“Tidak ada barang bermasalah yang ditemukan,” kata Ben. Namun, alih-alih mendapat penjelasan atau permintaan maaf, ia hanya dipersilakan pergi dengan alasan bahwa tindakan tersebut merupakan prosedur perusahaan.

Merasa diperlakukan tidak adil, Ben kemudian meminta klarifikasi kepada pihak manajemen. Manajer supermarket setempat, Ghifari, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari standar operasional.

“Apabila alarm bunyi, maka diperiksa seperti itu. Misalkan tidak ada masalah, ya sudah bapak keluar saja,” ujarnya.

Penjelasan itu tidak sepenuhnya diterima Ben. Ia menilai prosedur tersebut tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi.

“Dengan alasan alarm berbunyi, seenaknya mereka mengambil barang termasuk kunci mobil dan memeriksa dompet tanpa izin. Seharusnya bisa diberikan penjelasan terlebih dahulu, lalu diajak ke ruangan terpisah, bukan dipertontonkan di depan banyak pengunjung, termasuk anak dan istri saya,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni Ajak Semua Pemangku Kepentingan Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

Lebih jauh, Ben mempertanyakan tanggung jawab pihak perusahaan atas tindakan petugas keamanan yang, menurutnya, telah merugikan secara mental dan psikologis.

“Menurut saya tidak profesional. Setelah diperiksa dan tidak ditemukan masalah, mereka hanya mempersilakan saya pergi tanpa ada permintaan maaf. Saya merasa dipermalukan di depan umum,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi risiko dari prosedur tersebut. Menurutnya, tindakan mengambil barang tanpa penjelasan bisa membuka celah penyalahgunaan.

“Aksi seperti itu berpotensi merugikan pengunjung. Secara logika, bisa saja ada peluang barang dimasukkan ke dalam tas saat proses pemeriksaan berlangsung,” tambahnya.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai penerapan prosedur keamanan di ruang publik, khususnya terkait penghormatan terhadap hak konsumen. (Red)

Berita Terkait

Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan
DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kawal Pelaksanaan Pembangunan
Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Buka Kesempatan Bagi Putra Putri Warga Tangerang
Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang
Tanggapan Ketua Umum FBB Tentang Reshuffle Kabinet Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran
Evaluasi SAKIP 2026, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak
Wabup Serang Najib Hamas Apresiasi Kerja PMI Membantu Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:55 WIB

Hari Ke-10 Pencarian Operasi SAR Arupadhatu I Berakhir, Gubernur Banten: Pemantauan Tetap Dilakukan

Jumat, 18 September 2026 - 16:41 WIB

DWP Kota Tangerang Gelar Pembinaan di Kecamatan Cibodas, Hadirkan Aksi Sosial untuk Masyarakat

Jumat, 18 September 2026 - 15:31 WIB

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kawal Pelaksanaan Pembangunan

Jumat, 18 September 2026 - 13:36 WIB

Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Buka Kesempatan Bagi Putra Putri Warga Tangerang

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Sarasehan Ormas 2026, Maryono Apresiasi Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Kota Tangerang

Berita Terbaru